Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Senin, 24 Maret 2014

Larangan Shalat di Masjid yang Dibangun di Atas Kubur - Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani



Judul     : Larangan Shalat di Masjid yang Dibangun di Atas Kubur
Penulis : 'Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
Ukuran : 15,5 X 23,5cm
Kover : Soft
Berat : 270 gr
Jumlah Halaman : XIV + 170 Lembar B/W
Jenis Kertas: HVS
Harga : Rp 30.000,- (Diskon 30%) Rp 21.000,-





“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)




Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan makam Nabi-Nabi mereka dan orang-orang shalih di antara mereka sebagai masjid. Maka, janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal tersebut." (HR. Ibnu Abi Syaibah, sanadnya shahih dengan syarat Muslim).
Dan masih banyak lagi nash atau hadits yang dengan tegas melarang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, termasuk kuburan beliau sendiri. Namun, apa yang kita saksikan saat ini masih banyak orang yang berlebih-lebihan terhadap kuburan orang-orang shalih dengan berbagai macam cara, termasuk beribadah di atas kuburan tersebut dan menjadikannya sebagai wasilah (perantara) untuk memenuhi segala hajatnya. Berdasakan penjelasan tersebut, dalam rangka menjaga kemurnian tauhid dari unsur syirik dan tata cara ibadah yang menyesatkan dengan segala macamnya, maka kami bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang hanya dengan izin-Nya dapat menerbitkan risalah yang berjudul "Larangan Shalat di Masjid yang dibangun di Atas Kubur," yang kami terjemahkan dari kitab Tahdziirus Saajid min Ittikhaadzil Qubuur Masaajid. Risalah ini ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani -rahimahullah-. Dalam risalah ini, beliau melengkapinya dengan penjelasan tentang pengertian menjadikan kuburan sebagai masjid, hikmah dilarangnya dan berbagai syubhat serta jawabannya berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah, juga disertai pendapat ulama-ulama Salaf tentang besarnya dosa orang-orang yang membangun masjid di atas kuburan.
Kami memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, semoga segala upaya ini menjadi amal shalih dan bermanfaat bagi kaum Muslimin dalam rangka mentaati Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mengikuti jejak Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam sebagai jalan mulia itu telah ditempuh oleh para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in.

Tafsir Juz 'Amma - Dr.Muhammad Sulaiman Abdullah al-Asyqar


Judul     : Tafsir Juz 'Amma
Penulis  : 'Dr.Muhammad Sulaiman Abdullah al-Asyqar
Ukuran : 14 X 20cm
Kover   : Soft
Berat    : 230 gr
Jumlah Halaman :XXXII 164 Lembar 2 Warna 
Jenis Kertas: HVS
Harga : Rp 25.000,- (Diskon 30%) Rp 17.500,-




Rasulullah juga bersabda. “Artinya : Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5027)



Juz Amma memiliki Banyak kekhasan, yaitu :
  • Juz terakhir dalam al-Qur'an al-Karim.
  • Surat dan ayatnya mudah untuk dihafalkan.
  • Ayat-ayatnya enak dibaca dan didengar.
  • Sering dibaca di dalam shalat.
  • Para pemula mulai mempelajari al-Qur'an dari juz ke-30
  • Surat al-Ikhlas memiliki keutamaan yang sebanding dengan sepertiga al-Qur'an
  • Surat al-Ikhlas, al-Falaq,dan an-Naas menjadi bacaan wirid pagi dan petang.


Hak & Kewajiban Wanita Muslimah - ''Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al-Jarullah



Judul     : Hak & Kewajiban Wanita Muslimah
Penulis : ''Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al-Jarullah
Ukuran : 14,5 X 20,5cm
Kover : Soft
Berat : 200 gr
Jumlah Halaman : XX + 158 Lembar B/W 
Jenis Kertas: Natural White
Harga : Rp 25.000,- (Diskon 30%) Rp 17.500,-






“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka perempuan yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (QS. An-Nisa` : 34)




Tidak benar bila dikatakan ajaran Islam menindas dan merendahkan kaum wanita, berbias gender, dan tuduhan-tuduhan negatif lainnya. Al-Qur-an dan as-Sunnah telah membantah tuduhan tersebut melalui beberapa ayat dan hadits. Justru sebaliknya, Islam telah mengangkat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita pada posisi yang semestinya, selaras dengan fitrahnya. .
Perempuan harus berjilbab, boleh tidak shalat dan berpuasa ketika sedang haidh dan nifas, memiliki ketentuan khusus dalam berkarier, dan sebagainya. Ketentuan itu semua tidak lain untuk memuliakan keberadaan wanita dan menjaga fitrahnya. 
Tidakkah Anda melihat adanya perbedaan yang nyata pada fisik wanita dan pria? Begitulah Allah membedakan penciptaan wanita dan pria sehingga menjadi seimbanglah antara hak dan kewajiban masing-masing. 
Risalah yang ada di tangan Anda ini berisi bimbingan bagi Muslimah seputar masalah-masalah kewanitaan serta hak dan kewajiban wanita sesuai dengan fitrahnya, seperti hijab (jilbab), sufur (membuka aurat), khal wah (berduaan di tempat sepi), tabarruj (bersolek), dan ikhtilath (berbaur antara pria dan wanita yang bukan mahram). Di samping itu, risalah ini dilengkapi juga dengan fatwa-fatwa seputar masalah penggabungan pria dan wanita dalam proses belajar mengajar, aktivitas wanita di luar rumah, hukum haidh, hukum nifas, hukum istihadhah, hukum aborsi, dan lain sebagainya. Semua bahasan di dalam risalah ini diulas berdasar kan al-Qur-an dan as-Sunnah. 
Semoga risalah ini bermanfaat dan dapat membimbing setiap wanita agar menjadi Muslimah sejati, tanpa harus merasa direndahkan.

Fatwa-Fatwa Haji & Umrah - Muhammad bin 'Abdul 'Aziz al-Musnad


Judul     : Fatwa-Fatwa Haji & Umrah
Penulis : 'Muhammad bin 'Abdul 'Aziz al-Musnad
Ukuran : 11 X 19cm
Kover : Hard
Berat : 450 gr
Jumlah Halaman : XXXVIII + 455 Lembar B/W 
Jenis Kertas: HVS
Harga : Rp 50.000,- (Diskon 30%) Rp 35.000,-




" Barangsiapa melaksanakan haji tanpa melakukan kejahatan seksual dan tidak melakukan tindakan kefasikan, maka ia kembali seperti saat dilahirkan oleh ibunya.” (Sahih Bukhari : Kitab Haji : No : 1650)


Buku ini berisi Kumpulan Fatwa tentang pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang dihimpun dari tiga tokoh yang tidak asing lagi di dunia Islam, yaitu Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, dan Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin. Selain itu, juga dihimpun dari Dewan Ulama Besar dan Komite Tetap untuk Fatwa Saudi Arabia.
Fatwa-fatwa ini disajikan dalam bentuk tanya jawab sehingga materinya lebih realistis dan praktis karena berdasarkan pengalaman hidup penanya.
Seyogianya ummat Islam yang hendak menunaikan ibadah haji, umrah, dan berziarah ke Masjid Nabawi mengetahui dan memahami keutamaan dan adab-adab ibadah yang mulia tersebut, sebagaimana diterangkan pada risalah ini dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga mudah untuk dijadikan referensi.

Cinta & Benci Karena Allah - Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali


Judul     : Cinta & Benci Karena Allah
Penulis : 'Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali
Ukuran : 11 X 15,5 cm
Kover : Soft
Berat : 90 gr
Jumlah Halaman : XXI + 94 Lembar B/W
Jenis Kertas: HVS
Harga : Rp 13.000,- (Diskon 30%) Rp 9.100,-




“Sesungguhnya ikatan keimanan yang paling kuat adalah engkau mencintai karena Allah dan engkau membenci juga karena Allah l.” (HR. Ahmad:IV/286)


Cinta dan benci adalah dua sifat fitrah yang selalu melekat pada diri manusia, kapan pun dan di mana pun dia berada. Kedua sifat tersebut merupakan karunia dari Allah sejak manusia diciptakan. Cinta tidak selalu bermuatan positif; demikian pula sebaliknya, benci tidak selalu ber­muatan negatif, sebagaimana yang dipahami oleh banyak orang.

Di dalam Islam, kedua kata yang berlawanan arti ini bisa sama-sama bermakna positif apabila disalurkan sesuai dengan aturan Allah. Begitu juga kebalikannya, keduanya dapat bermakna negatif jika disalur­kan secara ber­tentangan dengan aturan-Nya. Bahkan, cinta dan benci bisa menjadi ladang amal shalih kalau dikelola dengan baik dan sesuai aturan Islam.
  • Siapakah yang harus Anda cintai?
  • Siapakah yang boleh Anda benci? 
  • Bagaimanakah cara yang benar dalam mengelola cinta dan benci agar menjadi ladang amal shalih?

Silakan simak baik-baik pemaparannya dalam buku ini.

Cara Mudah & Cepat Menghafal Al-Qur'an - Dr. Yahya bin 'Abdurrazaq al-Ghaustani

Judul     : Cara Mudah & Cepat Menghafal Al-Qur'an
Penulis : 'Dr. Yahya bin 'Abdurrazaq al-Ghaustani
Ukuran : 15.5 X 23.5 cm
Kover : Soft
Berat : 130 gr
Jumlah Halaman : XIX + 238 Lembar B/W
Jenis Kertas: HVS
Harga : Rp 25.000,- (Diskon 30%) Rp 17.500,-


"... Sesungguhnya kedudukanmu (di Surga) berada di akhir ayat yang kamu baca." (HR. Ahmad)


TESTIMONI

“Ada kepuasan dan kenikmatan tersendiri tatkala membaca buku ini. Di baris pertama buku ini, saya sudah menemukan manfaat yang dapat saya ambil. Demikian pula di baris-baris berikutnya. Oleh karena itu, kami berpesan kepada siapa saja yang telah mendapatkan buku ini untuk tidak langsung menerapkannya hingga ia menuntaskan bacaannya agar segudang faedah yang seharusnya dapat dipetik darinya tidak terlewatkan.” 
Prof. Hasan Ahmad Hamid

“Semoga Allah  membalas Anda (penulisnya) dengan kebaikan karena adanya buku ini. Sungguh, sudah banyak orang yang mengambil manfaat darinya.”
Syaikh ‘Ali ath-Thanthawi

“Pembahasannya sistematis, praktis, dan inovatif.”
Dr. Muhammad Abul Fath al-Bayanuni

“Saya telah mempraktikkan kaidah-kaidah dan metode-metode yang saya baca dari buku Anda, sehingga saya mampu menghafal dua puluh lima juz dari al-Qur-an.”
Mahasiswi dari Yordania

“Penulis yang terhormat, saya ingin menyampaikan kabar gembira bahwa saya ber­hasil menghafal seluruh al-Qur-an. Semua itu dapat terwujud setelah saya mem­praktikkan kaidah-kaidah serta metode-metode yang terdapat di dalam buku Anda.”

Mahasiswa Universitas di Afrika
 

Canda Nabi dan Orang-Orang Shalih - As-Sayyid bin Ahmad Hamudah


Judul     : Canda Nabi dan Orang-Orang Shalih
Penulis : 'As-Sayyid bin Ahmad Hamudah
Ukuran : 14.5 X 20.5 cm
Kover : Chemical Emboss
Berat : 190 gr
Jumlah Halaman : XXVI + 132 Lembar B/W
Jenis Kertas: HVS
Harga : Rp 25.000,- (Diskon 30%) Rp 17.500,-



"Canda ibarat garam dalam makanan. Meskipun teerkesan kecil, tetapi kehadirannya begitu berarti untuk menyempurnakan kehidupan selama dihadirkan secara tepat. Karenanya, canda seorang Muslim harus terpuji, tidak mengandung dosa, dan tidak menyebabkan terputusnya silaturahim."


Hidup terasa hambar dan datar tanpa adanya humor dan canda. Sebagai pelengkap interaksi sosial, kehadiran canda akan seperti garam dalam masakan; harus dibubuhkan secara proporsional.  Sejatinya canda mampu menjadi instrumen pengokoh persahabatan, penghibur kedukaan, dan hal-hal positif lainnya. Lebih dari itu, canda seorang Muslim harus bernilai ibadah di sisi Allah Ta`ala. Karenanya, canda harus sesuai dengan syari’at Islam, serta harus dilakukan dalam kadar kuantitas, kualitas, dan penyajian tertentu sehingga menjadi penyedap kehidupan.
Buku Agar Canda Mulia ini hadir untuk menyempurnakan sekaligus mengafdhalkan canda-canda kita. Pemaparannya yang lugas akan menyadarkan kita bahwa canda di dalam Islam tidak selalu identik dengan tawa dan jenaka, apalagi berbumbu dusta, tetapi juga tersemat kearifan, kebenaran, dan kebijaksanaan. Bahasan demi bahasannya akan membimbing kita kepada konsep canda yang bernilai ibadah di sisi-Nya. Isinya pun dilengkapi dengan penjelasan konsep canda di dalam Islam, jenis-jenis canda, kaidah-kaidah dalam bercanda, serta potret canda Nabi shallallaahu `alaihi wasallam, Sahabat, dan imam-imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah dahulu hingga sekarang. Tertuang pula fatwa-fatwa terkait sebagian canda yang umum dilakukan dan pemaparan hadits-hadits dha’if seputar canda yang dinisbatkan kepada baginda Rasulullah shallallaahu `alaihi wasallam.

Dengan membaca buku ini, kita akan memahami canda secara komprehensif. Sehingga kita dapat memilih mana canda yang proporsional, mana canda yang harus ditinggalkan, dan mana canda yang pantas diucapkan.