Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Tampilkan postingan dengan label Fatwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fatwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

Fatwa-Fatwa Haji & Umrah - Muhammad bin 'Abdul 'Aziz al-Musnad


Judul     : Fatwa-Fatwa Haji & Umrah
Penulis : 'Muhammad bin 'Abdul 'Aziz al-Musnad
Ukuran : 11 X 19cm
Kover : Hard
Berat : 450 gr
Jumlah Halaman : XXXVIII + 455 Lembar B/W 
Jenis Kertas: HVS
Harga : Rp 50.000,- (Diskon 30%) Rp 35.000,-




" Barangsiapa melaksanakan haji tanpa melakukan kejahatan seksual dan tidak melakukan tindakan kefasikan, maka ia kembali seperti saat dilahirkan oleh ibunya.” (Sahih Bukhari : Kitab Haji : No : 1650)


Buku ini berisi Kumpulan Fatwa tentang pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang dihimpun dari tiga tokoh yang tidak asing lagi di dunia Islam, yaitu Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, dan Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin. Selain itu, juga dihimpun dari Dewan Ulama Besar dan Komite Tetap untuk Fatwa Saudi Arabia.
Fatwa-fatwa ini disajikan dalam bentuk tanya jawab sehingga materinya lebih realistis dan praktis karena berdasarkan pengalaman hidup penanya.
Seyogianya ummat Islam yang hendak menunaikan ibadah haji, umrah, dan berziarah ke Masjid Nabawi mengetahui dan memahami keutamaan dan adab-adab ibadah yang mulia tersebut, sebagaimana diterangkan pada risalah ini dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga mudah untuk dijadikan referensi.

Senin, 09 Desember 2013

Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 9 - Syaikh Ibnu Taimiyyah

Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyyah jilid 9


Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 9
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : xvi+848 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 195.000,- Diskon 30% Rp 136.500,-

Pembahasan : Kitab Suluk,Kitab Al Qur'an adalah Kalam Allah yang Hakiki.


Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 8 - Syaikh Ibnu Taimiyyah



Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 8
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : xvi+848 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 197.000,- Diskon 30% Rp 137.900,-


Pembahasan : Tentang Kitab Suluk 

Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 7 - Syaikh Ibnu Taimiyyah

Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah Jilid 7


Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 7
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : xx+856 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 197.000,- Diskon 30% Rp 137.900,-


Pembahasan :  Tentang Ilmu Logika & Suluk (Perjalanan Spiritual)


Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 6 - Syaikh Ibnu Taimiyyah



Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 6
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : xvi+872 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 181.000,- Diskon 30% Rp 139.300,-

JILID 6 : Sambungan jilid 5 Tentang Iman

Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 5 - Syaikh Ibnu Taimiyyah

Buku Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyyah Jilid 5


Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 5
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : xvi+840 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 185.000,- Diskon 30% Rp 129.500,-

Daftar Isi:
KITAB IMAN 1
KEKELIRUAN PENDAPAT AL JAHMIYAH BAHWA IMAN MERUPAKAN SALAH SATU PERKARA ISLAM 203
IMAN SECARA MUTHLAK MENUNTUT ADANYA AMAL 210
PENGERTIAN IMAN JIKA DISERTAI DENGAN KATA ISLAM DAN AMAL SHALIH 213
ATHAF (PENYAMBUNGAN) SESUATU KEPADA SESUATU YANG LAIN DALAM AL QUR‘AN DAN SETIAP KALIMAT
MENUNTUT ADANYA PERBEDAAN 230
LAFAZH IMAN JIKA DISEBUTKAN SECARA MUTHLAK DALAM AL QUR‘AN DAN SUNNAH MAKA MAKSUDNYA SAMA DENGAN LAFAZH AL BIRR (KEBAJIKAN),AT-TAKWA (TAKWA), DAN AD-DIN (AGAMA) 239
DILALAH NAMA ALLAH, AL QUR‘AN, DAN NABI 247
KEKELIRUAN PENDAPAT AL MURJI‘AH TENTANG IMAN 269
APABILA KEIMANAN YANG MUTLAK MELINGKUPI SELURUH HAL YANG ALLAH TA’ALA DAN RASUL-NYA PERINTAHKAN, DAN SEBAGIAN HAL TERSEBUT HILANG, MAKA HILANGLAH KEIMANAN TERSEBUT, YANGBERIMBAS PADA KAFIRNYA ORANG YANG MELAKUKAN DOSA BESAR292
ALLAH MENETAPKAN KEISLAMAN DALAM AL QUR‘AN TANPA KEIMANAN 306
PENGERTIAN ISLAM YANG DINAFIKAN ALLAH DARI SESEORANG LANTARAN TIDAK ADANYA IMAN DALAM HATI 316
LAFAZH DALAM AL QUR‘AN DAN HADITS JIKA PENAFSIRANNYA TELAH DIKETAHUI DARI NABI MAKA
TIDAK DIPERLUKAN LAGI PENDAPAT DARI AHLI BAHASA ATAU LAINNYA 389
PENDAPAT PARA ULAMA TENTANG PENGECUALIAN DALAM IMAN 579
PERBEDAAN ULAMA TENTANG ISTILAH MUKMIN DAN IMAN 697
LAFAZH IMAN KADANG DIGUNAKAN UNTUK MENUNJUKAN HATI DAN KEADAANNYA 769
PERBEDAAN IMAN MANUSIA KARENA BERTAMBAH DAN BERKURANG 786
PENJELASAN TENTANG KONSEKWENSI DARI IMAN 807

Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 4 - Syaikh Ibnu Taimiyyah

Buku Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyyah Jilid 4


Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 4
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : xii+956 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 207.000,- Diskon 30% Rp 144.900,-

Pembahasan:

Dalam Jilid Ini masih dibahas tentang Nama-Nama dan Sifat Allah Ta’ala.


Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 3 - Syaikh Ibnu Taimiyyah

Buku Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyyah Jilid 3


Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 3
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : xii+940 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 203.000,- Diskon 30% Rp 142.100,-


Pembahasan:
Dalam Jilid Ini dibahas tentang Aqidah Salaf, Nama-Nama dan Sifat Allah Ta’ala.


Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 2 - Syaikh Ibnu Taimiyyah

Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyyah Jilid 2


Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 2
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : xii+760 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 167.000,- Diskon 30% Rp 116.900,-


Resensi:
KITAB AKIDAH SALAF
-
 Risalah Tadmuriyyah
- Dua landasan utama yang membantah kelangan yang manafikan sifat-sifat Allah
- Dua penyamaan yang digunakan untuk membantah kalangan yang menafikan sifat-sifat Allah sebagai pelarian dari sikap penyerupaan dan penyamaan

Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 1 - Syaikh Ibnu Taimiyyah

Buku Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyyah Jilid 1


Judul Buku  : Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah 1
Penulis        : Syaikh Ibnu Taimiyyah
Penerbit      : Pustaka Azzam
Tebal          : viii+1044 Halaman
Berat          : -
Harga         : Rp 199.000,- Diskon 30% Rp 139.300,-



Pembahasan:
Pembahasan Dalam Kitab ini mencakup KITAB TAUHID ULUHIYYAH dan KITAB TAUHID AR-RUBUBIYAH

Kamis, 30 Mei 2013

Fatwa-fatwa Tentang Wanita jilid 3 - Majmuah Minal Ulama



Penulis : Majmuah Minal Ulama
Harga : Rp.69.000,-
Deskripsi : xxvi + 333 hal. (HC)

Banyak persoalan seputar wanita di masyarakat yang harus diungkap. Namun terkadang kita bingung kemana dan pada siapa akan bertanya. Ulama-ulama pelita umat di zaman ini sudah begitu langka, belum lagi jika persoalan yang dialami sangat pribadi sehingga tidak sedikit dari para wanita yang malu untuk menyampaikannya. Ibarat gayung bersambut, kehadiran buku Fatwa-fatwa Tentang Wanita ini sudah tentu menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Pucuk dicinta ulam pun tiba, apa yang selama ini menjadi beban pikiran dan mengganggu benak, insya Allah terjawab. Dan kita akan menjadi lebih tenang lagi setelah melihat sederet nama ulama-ulama besar sebagai nara sumber dalam memberikan solusi dari berbagai masalah kewanitaan yang begitu kompleks. Dalam buku jilid 3 ini dibahas dua persoalan pokok. Yang pertama tentang pakaian dan perhiasan wanita; meliputi hijab, pakaian yang diharamkan, perhiasan-perhiasan haram dan aneka macam bentuk berhias. Masalah pokok kedua berkisar tentang adab dan akhlak dengan sub bahasan sunnah-sunnah fitrah, tentang khulwah (berduaan dengan pria bukan mahram), tentang safar, adab haidh dan ditutup dengan berbagai masalah kewanitaan yang beragam secara umum. Lengkap sudah kini buku fatwa tentang hukum-hukum untuk wanita, sesuai judul aslinya Al-Fatawa al-Jamiah lil Mar'ah al-Muslimah (Fatwa-fatwa Lengkap untuk Wanita Muslimah).

Fatwa-fatwa Tentang Wanita jilid 2 - Majmuah Minal Ulama




Penulis : Majmuah Minal Ulama
Harga : Rp.65.000,-
Deskripsi : xxvi + 292 hal. (HC)


Sebagian orang Islam terkadang beribadah dengan dasar taklid tanpa mau meneliti sumber dalil dan penjelasan para ulama, sehingga muncul fenomena ganjil dan praktek ibadah asal-asalan serta penerapan hukum bercampur dengan tradisi terutama dalam masalah pelaksanaan ibadah haji dan pernikahan. Sering kita jumpai kejanggalan dan penyimpangan serta aturan yang jauh dari tuntunan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam proses menunaikan ibadah haji atau umrah, maka kegiatan ibadah yang sangat sakral tersebut berubah menjadi jalan-jalan dan buang-buang harta. Begitu pula proses pernikahan dan mengatur rumah tangga, cita-cita mengayunkan bahtera keluarga Islami gagal total terhempas oleh badai kebodohan terhadap hukum Islam. Secara khusus, buku Fatwa-fatwa Tentang Wanita jilid 2 ini, menjelaskan seputar masalah manasik haji dan umrah, serta hukum pernikahan dan talak, sehingga sangat bagus untuk dikaji dan dijadikan pedoman oleh setiap insan terutama kaum wanita yang hendak beribadah haji dan umrah secara benar. Dan bagi wanita yang ingin memulai hidup baru dalam berumah tangga serta bagi orang tua yang anaknya hendak menikah atau siapapun yang ingin menerapkan hukum-hukum Allah di dalam rumah tangga, maka buku ini sangat cocok untuk dimiliki...!

Fatwa-Fatwa Tentang Wanita jilid 1 - Majmuah Minal Ulama




Penulis : Majmuah Minal Ulama
Harga : Rp.55.000,-
Deskripsi : xxxi + 280 hal. (HC)

Dalam pandangan Islam wanita tidak seperti laki-laki bahkan bila kita teliti dengan seksama, banyak memiliki perbedaan, sehingga dalam hal-hal tertentu Islam memberi solusi hukum secara berbeda. Maka sangat wajar bila para ulama membuat tulisan secara khusus tentang wanita dan problematika kewanitaan yang terkadang sulit untuk mendapatkan jawaban secara tuntas, lugas dan jelas. Sangat langka untuk mendapatkan buku yang memuat fatwa-fatwa para ulama kontemporer yang bermanhaj salaf seperti Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh, Syaikh Abdurrahman as-Sa'di, Syaikh Abdul Aziz Abdurrahman al-jibrin dan Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, yang menjelaskan berbagai permasalahan fikih kewanitaan dari mulai thaharah, shalat, puasa, zakat, haji, pernikahan, talak, hukum-hukum muamalah dan hukum-hukum jinayat serta hukum lain yang secara khusus bersinggungan dengan dunia wanita. Dan lebih nadir lagi fatwa-fatwa tersebut digali dari berbagai macam buku, majalah, kaset dan ceramah lalu dibukukan setelah melalui proses penyaringan secara teliti dan akurat sehingga pembaca tinggal mendapatkan sari dari fatwa-fatwa para ulama. Dan buku ini semakin menarik ketika pembahasan dan penggunaan bahasa fikih disesuaikan dengan kondisi zaman sekarang. Para pembaca akan mendapatkan solusi tuntas dan berbobot dalam masalah hukum-hukum fikih sehingga mampu menjalankan agama secara benar berdasarkan ilmu dan petunjuk yang benar. Seorang muslim setelah mampu berbuat ikhlas dalam beribadah, maka dituntut untuk benar dalam beribadah, sebab beribadah atau beramal tanpa dasar ilmu dan petunjuk yang benar dan keikhlasan, pasti akan merugi dan hanya melakukan perbuatan sia-sia. Buku ini sangat relevan dan tidak diragukan kandungan dan materi pembahasannya untuk dunia wanita saat sekarang apalagi sosok para ulama yang menjadi nara sumber fatwa sudah tidak asing dan sangat masyhur di kalangan umat Islam internasional dari segi keilmuan dan kemampuan mereka dalam menjawab permasalahan hukum-hukum Islam terlebih dalam masalah kewanitaan.

Fatwa-Fatwa Ibnu Taimiyah Tentang Khilafah, Memerangi Pemberotak, Hukum Murtad, Pengadilan Negara, Sumpah Dan Nadzar, Makanan Halal Dan Haram - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah al-Harrani



Judul Asli : Majmu' al-Fatawa (jilid 18)
Judul terjemah : FATWA-FATWA IBNU TAIMIYAH TENTANG KHILAFAH, Memerangi Pemberotak, Hukum Murtad, Pengadilan Negara, Sumpah dan Nadzar, Makanan Halal dan Haram.
Penulis : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah al-Harrani.
Penerjemah : Izzuddin Karimi Lc.
Penerbit : Pustaka Sahifa
Tebal buku : 397 halaman.
Ukuran : A4 (20,5X29)

Urgensi Buku
Seringkali kita kaum muslimin bingung dengan masalah yang satu ini: misalnya, apa saja batasan kewajiban taat kepada pemerintah? Ditambah lagi dengan begitu banyaknya orang-orang yang tidak berilmu berbicara dalam masalah ini, apalagi ditambah dengan tidak jelasnya kesepakatan Ahlus Sunnah mengenai ini bagi sebagian kaum muslimin; menyebabkan kebingungan yang yang tiada henti. 

Padahal taat kepada pemimpin (pemerintah) adalah salah satu kewajiban yang pokok yang dibebankan Allah di atas pundak kaum muslimin. Nabi SAW telah bersabda,

اسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا، وَإِنِ اسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيْبَةٌ.

Dengarlah dan taatilah (pemimpin kalian), sekalipun yang diangkat untuk memimpin kalian adalah seorang sahaya negro yang kepalanya seperti kismis. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 6723). 

Hanya golongan khawarij yang menyeru kaum muslimin untuk membangkang dan memberontak, dan ini adalah bentuk kesesatan mereka yang nyata, sekalipun mereka adalah orang-orang yang lebih giat dalam shalat dan lebih kuat dalam berpuasa, sebagaimana yang diisyaratkan Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam sabda beliau.

Mungkin sebagian kita akan bertanya, Benar, kita memang wajib taat, tetapi itu apabila pemerintahan adalah khilafah. Maka bagaimana jika berbentuk kerajaan atau lainnya? Jawabannya dapat Anda jumpai dalam buku kita ini.

Perlu kita ingat bahwa buku kita ini ditulis oleh seorang ulama yang telah menerima berbagai kezhaliman dari penguasa di zamannya, bahkan berulang kali masuk keluar penjara karena fitnah terhadap beliau, tetapi bersama itu semua, beliau tetap tegak di atas akidah yang pokok ini, yaitu bahwa taat kepada pemimpin adalah wajib.

Maka buku ini adalah salah satu buku yang insya Allah dapat memperjelas segala sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban taat tersebut, dan dapat meluruskan segala kesimpang siuran yang berkaitan dengannya; pertama, karena ditulis oleh salah seorang di antara yang aling alim di jagad ini, dan kedua, karena penulisnya adalah seorang yang telah mengalami bagaimana pentingnya bersatu di bawah pemimpin sekalipun beliau sendiri mendapatkan cobaan karena itu.

Tentang Penulis
Beliau ialah: Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam al-Harrani, kemudian ad-Dimasyqi. Dinisbahkan kepada al-Harran, adalah karena itu adalah tempat kelahiran beliau, dan ad-Dimasyqi adalah karena beliau berdomisili di kota Damaskus.

Syaikhul Islam adalah seorang ulama yang fenomenal. Beliau muncul sebagai seorang yang gharib (asing) di tengah masyarakat Islam yang telah terkoyak oleh kesyirikan, khurafat, kesesatan berbagai bid'ah, fanatisme madzhab, dan kezhaliman penguasa Tartar kala itu. Dan hebatnya adalah, bahwa semua elemen hitam itu serentak dan serempak memusuhi Syaikhul Islam, tetapi beliau menghadapi semua itu dengan keikhlasan yang kokoh, semangat yang tak pernah padam dan senantiasa yakin akan datangnya janji Allah. Dan benar, Syaikhul Islam akhirnya muncul sebagai pemanang; kemenangan kebenaran. 

Sebagai gambaran agungnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di mata para ulama, berikut ini adalah sebagian dari sanjungan mereka terhadap beliau.

1). Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata, Aku tidak pernah melihat ada orang yang lebih cepat dari beliau dalam mengambil ayat dan hadits yang menjadi dalil atas suatu masalah yang tengah dibicarakan, dan tidak ada yang lebih brilian dari beliau dalam mengingat perkataan dan sumber rujukannya. as-Sunnah seakan terhampar di hadapan beliau dan tertulis di ujung lisannya, yang beliau rangkai dengan kata-kata yang bagus dan pandangan yang jeli. Beliau adalah ayat di antara ayat-ayat Allah dalam tafsir. Dalam ushuluddin dan doktrin-doktrin golongan yang menyempal dari Ahlus Sunnah, beliau adalah pakar. Di tambah lagi dengan sifat kedermawanan dan keberanian beliau di medan Jihad, dan bersama itu semua, beliau adalah seorang yang jauh dari kenikmatan diri.

2). Imam Ibnul Wardi berkata, Syaikhul Islam lebih besar dari apa yang dapat disebutkan oleh orang seperti saya. Jika saya bersumpah di antara Hajar Aswad dengan Maqam Nabi Ibrahim, maka saya akan bersumpah bahwa saya tidak pernah melihat dengan mata saya secara langsung orang alim seperti beliau, bahkan beliau sendiri juga tidak pernah melihat orang alim seperti diri beliau.

3). Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa Imam Ibnu Daqiq al-Id berkata kepada Syaikhul Islam, Saya tidak pernah menyangka bahwa Allah masih menciptakan manusia seperti Anda ini.

4). Asy-Syaikh Imaduddin al-Wasithi berkata, Demi Allah, demi Allah, dan demi Allah, tidak pernah dilihat oleh manusia di bawah kolong langit ini seseorang seperti syaikh kalian, Ibnu Taimiyah, dari segi ilmu, amal, kepribadian, akhlak dan keteguhan dalam mengikuti Nabi shallallahu alaihi wasallam …. Kami tidak melihat orang di zaman kita ini yang dari ucapan dan amal perbuatannya terpancar kenabian Muhammad dan sunnah-sunnah beliau, kecuali pada orang ini. Hati yang sehat akan mempersaksikan bahwa inilah (potret) mengikuti Nabi shallallahu alaihi wasallam yang hakiki.

Beliau memang seorang syaikhul Islam, dan tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa beliau adalah salah satu keajaiban dunia yang Allah anugerahkan bagi manusia dan kemanusiaan. Bahkan kemudian beliau dinobatkan oleh banyak ulama sebagai salah seorang pembaru Agama ini.

Tidak ada keraguan bahwa beliau adalah salah seorang di antara barisan para ulama yang meraih predikat sebagai Pembaru Agama, yang diberitakan dengan sabdanya,

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهٰذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا.

Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini, di setiap penghujung seratus tahun (satu abad), orang yang akan melakukan pembaruan terhadap Agama mereka. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4291 dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud).

Dengan latar belakang Syaikhul Islam yang hebat seperti ini, maka cukuplah sebagai alasan untuk mengkaji buku-buku beliau terlebih dalam masalah besar seperti tema pemerintahan, peradilan negara, sebagaimana yang diusung oleh buku kita ini. Isi buku Secara Umum Sebagaimana judulnya, buku kita ini adalah kumpulan fatwa-fatwa. Tetapi sekalipun demikian, juga termuat risalah dan bahasan lepas Syaikhul Islam terhadap tema yang tengah dibicarakn. Dan tema-tema yang termuat dalam adalah: Khilafah Islamiyah, Memerangi Pemberontak, Hukum Murtad, Pengadilan Negara, Sumpah dan Nadzar, Makanan Halal dan Haram. 

Di bagian awal, Syaikhul Islam menegaskan wajibnya taat kepada pemerintah. Beliau berkata, Menaati para pemimpin dan memberi nasehat kepada mereka yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah kewajiban setiap orang, meskipun tanpa perjanjian darinya terhadap mereka, dan sekalipun dia tidak bersumpah untuk mereka dengan sumpah-sumpah yang ditegaskan. Dan kewajiban tersebut adalah sebagaimana wajibkan Shalat lima waktu, Zakat, Puasa Ramadhan, Haji ke Baitullah, dan ketaatan-ketaatan lain yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Kemudian Syaikhul Islam berkata, Para ulama dan orang-orang yang utama tidak memberikan dispensasi (rukhshah) kepada siapa pun untuk menentang, atau mencurangi, atau membangkang kepada pemerintah dari segi apapun; karena sikap itu memang dilarang Allah, sebagaimana hal itu diketahui dari sikap Ahlus Sunnah dan Ahli Agama; dahulu maupun sekarang.

Syaikhul Islam kemudian mengutip sabda Nabi SAW, 

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ حُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً.

Barangsiapa yang menanggalkan tangan dari ketaatan (kepada pemimpinnya), niscaya dia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan dia tidak memiliki alasan (mengapa dia lakukan demikian), dan barangsiapa yang mati sementara di lehernya tidak ada bai'at (untuk taat kepada pemimpinnya) maka dia mati dengan kematian jahiliyah. (Diriwayatkan oleh Muslim no. 1851).

Juga sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam,

 مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّة. 

Barangsiapa yang keluar dari ketaatan (kepada pemerintah) dan memisahkan diri dari jama'ah (kaum muslimin), lalu dia mati, maka dia mati dengan kemtian jahiliyah. (Diriwayatkan oleh Musli no. 1848).

Dan Syaikhul Islam menyebutkan banyak sekali hadits, atsar dan perkataan para ulama yang sangat tegas menyatakan, bahwa taat kepada pemerintah adalah wajib dan membangkang adalah suatu dosa. Taat kepada pemimpn adalah pilar pokok masyarakat Islam dan membangkang adalah sebab besar perpecahan umat. Maka tak seorangpun yang mengajak untuk membangkang, apalagi memberontak kepada pemimpin, kecuali dia itu orang khawarij yang ekstrim dalam beragama, atau orang jahil yang tidak mengerti Agama. Taat kepada pemerintah atau pemimpin adalah salah satu pokok Akidah Islam yang telah disepakti oleh semua ulama Ahlus Sunnah.

Dan setelah Syaikhul Islam membahas mengenai masalah ini secara panjang lebar, baru beliau menjawab pertanyaan demi pertanyaan, yang berkaitan dengan tema-tema yang telah disebutkan tadi.
Dan di sini sekali lagi tampak jelas pentingnya buku ini, karena pertanyaan yang muncul benar-benar riil dihadapi oleh masyarat muslim kala itu, dan acap kali juga kita hadapi di masyarat kata dewasa ini.

Keistimewaan Terbitan Pustaka Sahifa ini
1. Kami lengkapi dengan biografi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, penulis, dengan cukup panjang lebar; agar menjadi pelajaran bagi kita semua: bagaimana gigihnya beliau dalam menuntut ilmu, bagaimana dalam dan luasnya ilmu beliau, dan bagaimana hebatnya beliau dalam berdakwah, menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar, menghadapi semua fitnah dan cobaan, bahkan jihad di jalan Allah.

2. Naskah yang kami terbitkan ditahqiq dan ditakhrij oleh Amir al-jazzar dan Anwar al-Maz. Maka semua hadits telah di takhrij, sehingga memudahkan para pencinta ilmu untuk merujuk kepada sumber-sumber yang disebutkan. 

3. Kami lengkapi juga dengan daftar istilah ilmiah, sehingga semua kata dan istilah ilmiah dalam buku dapat Anda lihat definisi dan maknanya dapat Anda lihat di awal buku.
Semoga kehadiran buku ini telah ikut memperjelas permasalahan pokok bagi kaum muslimin, sehingga menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah.

DATA BUKU
Judul Asli : Majmu' al-Fatawa (jilid 18)
Judul terjemah : FATWA-FATWA IBNU TAIMIYAH Tentang: Khilafah, Memerangi Pemberotak, Hukum Murtad, Pengadilan Negara, Sumpah dan Nadzar, Makanan Halal dan Haram.
Penulis : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah al-Harrani.
Penerjemah : Izzuddin Karimi Lc.
Tebal buku : 397 halaman.
Ukuran : A4 (20,5X29 )
Penerbit : PUSTAKA SAHIFA

Kamis, 23 Mei 2013

Al-Ahkam Al-Suthaniyyah (Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara Dalam Syariat Islam) - Imam Al-Mawardi



AL-AHKAM AL-SUTHANIYYAH 
(Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syariat Islam)

IMAM AL-MAWARDI


Penerbit : Darul Falah
Penulis : Imam Al-Mawardi
Halaman : 472 hlm/besar-hc 


HARGA
Rp60,000.00
diskon 30%
Rp   42,000.00

Bagaimana konsep kenegaraan versi islam, agama yang ditegaskan allah ta’ala sebagai rahmat untuk semua alam semesta, agama yang diturunkan sebagai pamungkas agama-agama samawi, dan akidah aplikatif yang menghasilkan nidzam (sistem) yang universal dan integral? bagaimana ketangguhannya dalam menghadapi badai zaman dan pengaruhnya dalam pemerintahan dan rakyat yang menjadi obyek penerapannya? apa rahasia ketangguhannya hingga sampai detik ini ia tegar dan tidak terusik, kendati musuh-musuh islam telah merobohkan bangunannya (daulah utsmaniyah di turki) melalui antek-anteknya pada tahun 1924? apa kuncinya hingga orang-orang non-muslim dulu justru merasa nyaman hidup di bawah naungannya? bagaimana cara penerapannya hingga negara menjadi stabil, rakyat patuh kepadanya dan keadilan merata dirasakan semua pihak?

Jika anda mengkaji ayat-ayat al-qur’an, hadits-hadits rasulullah shallallahu alaihi wa sallam , dan hukum-hukum fiqh atau masalah-masalah yang disepakati para khalifah rasyidin, dan generasi sesudahnya, maka anda lihat bahwa syariat islam ini sangat sarat dengan prinsip-prinsip sistem politik, sistem moneter, sistem pemerintahan, sistem peradilan, dan aspek-aspek lain yang dibutuhkan negara.

Bagaimana detail sistem politik, sistem moneter, sistem pemerintahan dan sistem peradilan versi islam tersebut, maka buku al-ahkam as-sulthaniyyah adalah jawabannya. inilah buku politik pertama dalam islam yang ditulis pakar tata negara islam, hakim pada negara bani abbasiyah, imam bagi para pengikut madzhab imam syafi’i pada zamannya, ahli fiqh, ahli ushul fiqh, pakar bahasa arab, dan pakar tafsir, imam al-mawardi rahimahullah .

Seperti diakui imam al-mawardi rahimahullah dalam kata pengantar buku ini, bahwa ia menulis buku ini atas instruksi langsung dari khalifah ketika itu, karena saat itu belum ada pembukuan konsep kenegaraan islam yang tercecer di banyak buku-buku fiqh. oleh karena itu, ia merangkum konsep-konsep kenegaraan yang ada dalam buku-buku fiqh hingga tersusunlah buku ini untuk menjadi sebuah manual book bagi penyelenggaraan negara oleh kepala negara, dan semua aparatnya.

Nah, untuk pembaca kaum muslimin, inilah mutiara kita bersama telah kami hadirkan, dengan harapan mudah-mudahan kehadiran buku ini bisa menjadi titik terang, kesadaran dan kebangkitan daulah islamiyyah! amin

============

Al-siyasah (politik) dalam bahasa ‘Arab bererti:

تدبير الأمور والقيام بإصلاحها، يقال: ساس الأمر سياسة أي قام به
 
Menguruskan sesuatu urusan dan memperbaikinya. Apabila dikatakan Sasa al-‘Amr siyasah bererti ia melaksanakannya.

Dalam hadis disebutkan:

كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء
 
“Bani Israel telah ditadbir (tasusuhum (mereka disiyasahkan)) oleh para nabi.”

أي تتولَى أمورهم كما تفعل الأمراء والولاة بالرعية
 
Maksudnya, nabi-nabi menguruskan hal-ehwal mereka sebagaimana yang dilaksanakan oleh para pemerintah yang menguruskan hal-ehwal rakyatnya.

Al-siyasah dari sudut istilah pula memiliki beberapa definisi. Di antaranya adalah mentadbir urusan negara. Juga disebutkan sebagai suatu ilmu atau kemahiran dalam urusan memerintah negara.

Sebenarnya politik adalah ilmu dan kemahiran. Ia merupakan ilmu kerana ia memiliki prinsip-prinsip dan disiplin-disiplin tertentu yang secara keseluruhannya membentuk “ilmu politik”. Politik juga dikatakan sebagai kemahiran kerana ingin ditekankan bahawa dalam realiti perlaksanaannya ia tidak mungkin terhad kepada semata-mata melaksanakan undang-undang yang bersifat teori dan tidak juga kepada perlaksanaan sebenar kekuasaan atau kekuatan, malah ia menuntut kepakaran tertentu yang diperolehi melalui pengalaman dan pengetahuan berkaitan kaedah-kaedah praktikal yang tertentu.

Sistem politik pula adalah satu struktur yang mengatur hubungan di antara para pemimpin dengan orang bawahan dan ia terbentuk daripada keseluruhan institusi yang mengatur masyarakat awam dan institusi yang mengatur kekuasaan. Teks bagi sistem politik terdapat dalam perlembagaan di pelbagai negara. Sistem-sistem politik juga berbeza-beza berdasarkan sumber kekuasaan, cara mengatur, dan sturktur negara.

Politik dari perspektif Islam adalah menjaga hal-ehwal rakyat di dalam dan luar negara dengan cara yang tidak bertentangan dengan syara’.

Politik yang syar’i tidak hanya terbatas kepada apa yang disebutkan oleh syara’ secara khusus, tetapi apa yang penting adalah dengan tidak menyalahi teks al-Qur’an, as-Sunnah, ijma’ umat Islam (para ulama), kaedah-kaedah syara’, serta ushul-ushulnya secara umum. (Rujuk: Dr. Khalid al-Anbari, Fiqh as-Siyasah asy-Syar’iyah fii Dhaw al-Qur’an wa as-Sunnah wa Aqaul Salaf al-A’immah, m/s. 9-10)

Ibnul Qayyim rahimahullah (Wafat: 751H) menukilkan,

فقال ابن عقيل السياسة ما كان فعلا يكون معه الناس أقرب إلى الصلاح وأبعد عن الفساد وإن لم يضعه الرسول صلى الله عليه و سلم ولا نزل به وحي
 
“Menurut Ibnu ‘Aqil, siyasah syar’iyyah itu adalah apa jua tindakan yang mampu mendekatkan manusia (rakyat) kepada kebaikan dan menjauhkan mereka daripada keburukan walaupun tidak ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan tidak diturunkan wahyu padanya.” (Ibnul Qayyim, at-Turuq al-Hukumiyat, m/s. 17)

Menurut ‘Abdul Wahhab Khallaf rahimahullah (Wafat: 1357H) 
:
فالسياسة الشرعية هي تدبير الشئون العامة للدولة الإسلامية بما يكفل تحقيق المصالح ودفع المضار مما لا يتعدى حدود الشريعة وأصولها الكلية، وإن لم يتفق وأقوال الأئمة المجتهدين
 
“Siyasah asy-Syar’iyyah adalah proses pentadbiran yang selari dengan syara’, yang mana perjalanan urus-tadbirnya menjaga kepentingan rakyat melalui ruang lingkup daulah Islam dengan cara-cara yang dapat menjamin tercapainya kemaslahatan (kebaikan) umum, dapat menolak pelbagai bentuk kerugian, dan tidak melanggar syari’at Islam serta kaedah-kaedah asasinya, walaupun tidak selari dengan apa yang diutarakan oleh para imam mujtahid.” (‘Abdul Wahhab Khallaf, Siyasah Syar’iyah, m/s. 15. Rujuk: ‘Abdul Malik Ramadhani al-Jazairi, Madarikun Nadzar fii as-Siyasah, m/s. 142-143)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata lagi,

لا سياسة إلا ما نطق به الشرع فغلط، وتغليط للصحابة، وهذا موضع.. فرط فيه طائفة، وجعلوا الشريعة قاصرة لا تقوم بِمصالح العباد، محتاجة إلى غيرها.. فلما رأى ولاة الأمور ذلك.. أحدثوا من أوضاع سياساتِهم شرًّا طويلاً، وفسادًا عريضًا، فتفاقم الأمر، وتعذر استدراكه.. فإن الله -سبحانه- أرسل رسله، وأنزل كتبه، ليقوم الناس بالقسط، وهو العدل.. فإذا ظهرت أمارته وأسفر وجهه بأي طريق كان، فثم شرع الله ودينه
 
“Sekiranya politik adalah apa yang disebut oleh syara’ semata-mata, maka ia adalah satu kesilapan dan menyalahi para sahabat. Ini merupakan suatu perkara yang tidak difahami oleh sekumpulan manusia, lalu dengan itu mereka telah menjadikan syari’at itu lemah dan tidak mampu menangani keperluan manusia sehingga ia memerlukan (beralih) kepada yang lain. Maka apabila para pemimpin melihat keadaan ini... mereka pun melakukan kejahatan yang berpanjangan dan kerosakkan yang berleluasa dalam sistem politik mereka, lalu ia menjadi semakin rumit dan sukar untuk ditangani. Sebenarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutuskan para Rasul-Nya dan menurunkan Kitab-kitab-Nya supaya manusia dapat berlaku adil... maka apabila terdapat tandanya dan ia nampak jelas dalam apa bentuk sekalipun, maka itulah yang dikatakan syari’at dan agama Allah.” (Ibnul Qayyim, at-Turuq al-Hukumiyat, m/s. 18 – Maktabah Syamilah)

Dr. Khalid al-Anbari menambah, “Maka dengan itu, kita sendiri perlu menambah perundangan yang bersesuaian dengan keperluan dan tuntutan-tuntutan kehidupan kita dengan syarat kita tidak membenarkan diri kita mencipta undang-undang yang bertentangan dengan nash dan kandungan syari’at, kerana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi amaran kepada kita daripada perkara-perkara tersebut.” (Dr. Khalid al-Anbari, Fiqh as-Siyasah asy-Syar’iyah fii Dhaw al-Qur’an wa as-Sunnah wa Aqaul Salaf al-A’immah, m/s. 10-11)

Syaikh ‘Abdul Malik Ramadhani al-Jaza’iri mengutarakan sebuah nasihat:

فهي تُعْنَى بأحكام الإمارة والقضاء وأحوال الوزارات وتدوين الدواوين وإنفاذ الجيوش وغيرها مما تراه مفصلا في مثل غياث الأمم للجويني، و الأحكام السلطانية للماوردي وكذا لأبي يعلى الفراء، و التراتيب الإدارية لعبد الحي الكتاني وغيرهم. ولا شك في وجوبها شرعا وعقلا، لأن أمور الناس لا تنضبط إلا بإمام عادلا كان أو جائرا، قال ابن حبان البستي ـ رحمه الله ـ: وأنشدني ابن زنجي البغدادي للأفوه الأودي
لا يُصلح الناسَ فوضى لا سَراة لهم  ولا سَـراة إذا جـهّـالهـم ســادوا
والبــيـت لا يـُبتـنـى إلا بـأعـمــدة ولا عـمـاد إذا لم تُــرسَ أوتـــادُ
فإن تـَجـمَّع أوتادٌ وأعمدةٌ وساكنٌ      أدركــوا الأمـــر الـذي كــادوا
تُهدَى الأمور بأهل الرأي ما صلـــحت فإن تَوَلَّت فبالأشرار تنقادُ
وذكر قبلها الحكمة المشهورة: سلطان غشوم خير من فتنة تدوم. قال ابن تيمية: يجب أن يُعرف أن ولاية أمر الناس من أعظم واجبات الدين بل لا قيام للدين والدنيا إلا بها، فإن بني آدم لا تتم مصلحتهم إلا بالاجتماع لحاجة بعضهم إلى بعض، ولا بد لهم عند الاجتماع من رأس ... إلى أن قال: لأنَّ الله تعالى أوجب الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، ولا يتم ذلك إلا بالقوة والإمارة، ولهذا روي: أن السلطان ظل الله في الأرض ويقال: ( ستون سنة من إمام جائر أصلح من ليلة بلا سلطان ) والتجربة تبيِّن ذلك
 
(Yang disebutkan dengan politik itu) adalah undang-undang pemerintahan, menegakkan keadilan, badan eksekutif sesebuah negara, pembentukan barisan tertinggi negara, pentadbiran ketenteraan dan juga yang selainnya. Perkara ini dengan jelas dapat anda baca dalam kitab Ghiyatul Umam karya al-Juwaini, al-Akham as-Sulthaniyah karya al-Mawardi dan juga (dengan judul yang sama) karya Abu Ya’laa al-Farra’, Taratib al-Idariyah karya ‘Abdul Hayy al-Kattani dan selainnya. Sudah tentu hukumnya adalah wajib, sama ada menurut syari’at atau akal, kerana urusan rakyat banyak yang tidak tersusun dengan baik tanpa ada pemimpin yang adil mahupun yang zalim. Ibnu Hibban al-Busti rahimahullah berkata:

“Ibnu Zanji al-Baghdadi membawakan sebuah syair yang beliau tujukan untuk al-Afwah al-Audi:
Tidak akan selesai urusan manusia tanpa ada pemimpin
Dan tidak ada gunanya apabila orang-orang jahil yang memimpin
Rumah tidak akan terbina tanpa ada tiang
Dan tidak ada gunanya tiang sekiranya bukan dari kayu-kayu yang kukuh
Jika asas tiang dan atap telah terpasang
Barulah penghuninya mendapat keinginan yang hampir terluput
Urusan akan menjadi baik apabila ditangani oleh orang bijaksana
Jika tidak, maka mereka akan dipandu (dipimpin) oleh orang-orang jahil.”
 
Sebelumnya beliau menyebutkan sebuah kata hikmah yang terkenal:

“Penguasa yang zalim lebih baik daripada kekacauan yang tiada henti.”

Ibnu Taimiyyah berkata:
 
“Setiap orang perlu tahu bahawa mengatur urusan manusia merupakan kewajiban agama yang paling agung. Bahkan agama dan dunia tidak akan menjadi baik tanpa perkara ini. Manusia tidak akan dapat mengatur kepentingan (dan keperluan) mereka apabila tidak bersatu-padu, mereka pasti saling memerlukan di antara satu dengan yang lain. Dan mereka perlu bersatu di bawah seorang pemimpin.”
 
Seterusnya beliau mengatakan:
 
“Allah telah mewajibkan amar ma’ruf nahi mungkar. Dan kewajiban itu tidak akan dapat dilaksanakan dengan sempurna tanpa adanya kekuatan dan pemerintahan. Oleh sebab itu diriwayatkan dalam sebuah hadis:

“Penguasa adalah naungan Allah di muka bumi.”

Dan disebutkan bahawa:

“Enam puluh tahun di bawah kepimpinan penguasa yang zalim lebih baik daripada semalaman tanpa ada pemimpin.” Pengalaman yang banyak berlalu telah membuktikan hakikat ini.” (Rujuk: ‘Abdul Malik Ramadhani al-Jaza’iri, Madarikun Nadzar fii as-Siyasah, m/s. 143-144)

Beliau juga menjelaskan berkenaan perkataan ‘Abdul Wahhab Khallaf “...walaupun tidak selari dengan apa yang diutarakan oleh para imam mujtahid”:

فإن المقصود به أن السياسة الشرعية ليست حكراً على الأئمة المتقدمين، بل لا بأس من أن يجتهد العالم المتبحّر من أولي الأمر فيما يَجدّ للأمة من نوازل بالقيود السابقة، ولذلك قال: " فالسياسة الشرعية على هذا هي العمل بالمصالح المرسلة؛ لأن المصلحة المرسلة هي التي لم يقم من الشارع دليل على اعتبارها أو إلغائها
 
Maksudnya adalah: Bahawa politik yang syar’i itu bukanlah hanya tugas para ulama terdahulu semata-mata. Tetapi setiap alim ulama yang luas ilmunya yang mampu berijtihad di dalam menyelesaikan pelbagai permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat dengan batasan-batasan yang telah disebutkan di atas. Oleh sebab itu beliau menyatakan, “Siyasah syar’iyah termasuk usaha mewujudkan al-mashalih al-mursalah.” Kerana al-maslahah al-mursalah adalah maslahah (kebaikan) yang tidak ditetapkan secara khusus oleh agama. (Rujuk: ‘Abdul Malik Ramadhani al-Jaza’iri, Madarikun Nadzar fii as-Siyasah, m/s. 145)

Secara ringkasnya, tujuan ruang lingkup politik Islam yang paling tinggi dan penting adalah merealisasikan agama Allah (tauhid) dengan amar ma’ruf nahi mungkar serta menjaga urusan masyarakat secara syar’i agar sentiasa mengarah kepada ketaatan (pengabdian diri) terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Politik Islam adalah dari Allah iaitu menjaga amanah-Nya dengan cara-cara yang syar’i, untuk Allah iaitu demi mencari keredhaan-Nya, dan semata-mata kerana Allah (bukan kerana material dan mengharap redha makhluk).

Apabila hak-hak Allah dijaga dan terpenuhi, insyaAllah hak-hak sesama manusia dan makhluk juga akan dapat ditunaikan sebaiknya. [Hak cipta Atsar Enterprise, www.atsar.ilmusunnah.com. Tidak dibenarkan membuat salinan tanpa kebenaran]

Bahawasanya, ini adalah sebuah buku yang membukukan dan membahaskan perlembagaan dan dustur sistem pemerintahan Islam yang pernah berlangsung sejak sekian lama. Sebuah contoh sistem daulah empayar Islam. Dibukukan dan dipersembahkan oleh Imam Abu Al-Hasan Ali B. Muhammad al-Mawardi rahimahullah, atau lebih dikenali dengan nama Imam al-Mawardi (Wafat: 450H).

Penulis menjelaskan bagaimana pemerintahan dalam sejarah Islam dibentuk, pemimpin (khalifah) dilantik, para menteri dilantik, pembentukan tentera dan panglima, perlaksanaan jihad, sistem perundangan, pemimpin dalam solat (para imam), pemimpin haji, amil zakat, pembahagiaan harta negara, pembahagiaan tanah negara, dan banyak lagi lainnya. Bagi yang mahu meneliti lebih dalam tentang sejarah besar dunia, khususnya berkaitan sistem pembentukan politik Islam, maka inilah salah satu bukunya.

Al Ijma - Al-Hafizh,Al-’Allamah Al-Faqih Ibnul Mundzir An-Naisaburi


 

AL IJMA

AL-HAFIZH,AL-’ALLAMAH AL-FAQIH IBNUL MUNDZIR AN-NAISABURI

Penerbit
AKBAR MEDIA

HARGA
Rp27,000.00
diskon 30%
Rp   18,900.00

Kesepakatan para ulama salaf tentang hukum-hukum syariat ijma’ (konsesus) adalah kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum dalam agama dengan merujuk pada al-qur’an dan hadits. kesepakatan ini dibuat tentu saja untuk menutupi lubang perpecahan yang terus menganga inter umat islam, antar mazhab.

Dengan adanya ijma’ kita sesame umat islam bisa hidup dengan rukun dan harmonis. bila tidak ada ijma, maka umat islam hanya akan mengisi hari-harinya dengan perdebatan panas yang tak kunjung selesai sehingga lupa terhadap hal-hal yang bersifat ashl (dasar) bahkan hal-hal yang tidak diinginkanpun bisa terjadi bila inter umat islam saling memecahkan diri satu sama lain.

Kita tak perlu takut dengan ijma’ yang batil atau sesat sehingga kita selalu bersikap “awas” terhadapnya, sebab hal tersebut insya allah tidak ada, karena nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memohon kepada allah agar melindungi umatnya dari kesepakatan-kesepakatan yang menyesatkan. nabi bersabda, “aku meminta kepada tuhanku agar umatku tidak bersepakat atas kesesatan lalu allah mengabulkannya.” (hr. qurthubi dalam jami bayanil ilmi wa fadhlihi, no: 1390) dan juga: “umatku selama-lamanya tidak akan pernah sedikitpun bersepakat atas kesesatan. oleh karena itu berjamaahlah (bersatulah) kalian karena tangan allah ada dalam jamaah.” (HR. ath-thabrani dalam al-mu’jamul kabir, no: 13623)

Lagipula yang bersepakat bukanlah orang-orang awam (masyarakat biasa) melainkan para ulama yang dipuji oleh allah. allah berfirman: “allah selalu mengangkat beberapa derajat orang-orang yang beriman dan juga orang-orang yang berilmu.” (qs. al-mujadilah: 11) sehingga dengan demikian tidak mungkin para ulama ini bersepakat atas sesuatu yang membahayakan ataupun merugikan umat islam karena mereka adalah orang-orang yang sangat takut sekali kepada allah. firman allah: “yang paling takut kepada allah di antara hamba-hamba-nya hanyalah ulama (qs. fathir: 28) sehingga umat islam pun bisa dengan tenang menjalankan hukum-hukum agama yang dihasilkan dari ijma’-ijma’ tersebut.

Ingin tahu apa saja ijma’-ijma’ para ulama salaf kita yang berkaitan dengan hukum-hukum islam, silahkan anda membaca karya monumental ini, warisan klasik islam masa lalu dari pemikir (fakih) besar yang brilian imam ibnul mundzir an-naisaburi.

Rabu, 22 Mei 2013

Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa - Asy Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi'i




HUKUM MENGGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA

Penerbit
PUSTAKA AL HAURA
 

HARGA
Rp22,000.00
diskon 30%
Rp 15,400.00

Description
Hukum menggambar Makhluk Bernyawa

Penulis   : Asy Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i
Cetakan : Pertama, Rabi'uts Tsani tahun 1433H
Ukuran   : 14 cm x 20,5 cm, 90 halaman
Penerbit  : Pustaka Al-Haura'

Sinopsis:

Wahai Saudaraku...
Ternyata, setiap yang kita perbuat ada timbangan amalnya. setiap kata yang terucap ada pencatanya.
Tak satupun amalan luput dari pengawasan dan ilmu-Nya, meski kita sembunyi di balik benteng yang berlapis-lapis baja yang terpatri, Allah Maha TAhu. Apalagi perbuatan yang nampak nyata, disaksikan setiap mata yang terjaga...

Setiap gambar makhluk bernyawa yang terpampang di dinding kamar, setiap foto kenangan yang terpajang di ruang keluarga, setiap pose menarik figur, tokoh, dan idola yang menghiasi setiap kamar pribadi...

Ternyata ini semua harus dipertanggungjawabkan di hadapan hakim yang Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengampun dan Maka Keras siksa-Nya. Kankah kita sanggup menghadapinya? Jawabanya apa yang kita sampaikan di hadapan Allah Yang Maha Tahu setiap perbuatan hamba?

Sadarlah wahai saudaraku....
Bertaubatlah, dan kembalilah kepada syariat Allah dan bimbingan rasul-Nya, niscaya keselamatan dan kebahagian akan selalu menyertaimu....

Ya Allah, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah tertipu oleh kebiasaan dan budaya musuh-musuh kami, bentengilah kami, keluarga kamidan anak keturunan kami dari jerat dan makar mereka, bimbinglah kami menuju keridhaan dan jannah-Mu dan selamatkan kami dari neraka dan kerasnya azab-Mu.
Amin ya Mujibas Sailin.

Fatwa-Fatwa Tentang Wanita (3 In 1) - Masyayikh Ahlus Sunnah Wal Jama'ah







Judul Buku : FATWA - FATWA TENTANG WANITA (3 IN 1)
Penerbit     : Darul Haq
Tebal Buku : xii + 122 hal. (K)
Harga        : Rp 135.000,- Diskon 30% Rp 94.500,-

Penulis :
SYAIKH MUHAMMAD BIN IBRAHIM ASY SYAIKH
SYAIKH ABDULLAH BIN HUMAID
SYAIKH ABDURRAHMAN AS-SA'DI
SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ
SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALIH AL-UTSAIMIN
SYAIKH ABDULLAH BIN JIBRIN
SYAIKH SHALIH BIN FAUZAN AL-FAUZAN
DAN LAJNAH DA'IMAH LIL IFTA


Wanita muslimah memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki muslim dalam hal mendapatkan pahala dan balasan surga atas amal baik. perhatikan surat an-nahl: 97 dan an-nisa`: 124. wanita muslimah itu memiliki tanggung jawab yang sama dalam hal kewajiban berakidah dan beriman secara benar dan beramal sesuai dengan ajaran nabi a. dalam kewajiban yang terakhir ini, ada masalah-masalah tertentu dalam syariat yang memang khusus bagi kaum muslimah misalnya; hak dan kewajiban dalam keluarga, batasan aurat, adab-adab, dan sebagainya. memang ada banyak masalah di mana kaum perempuan berbeda dengan kaum laki-laki, dan inilah sebabnya banyak ulama yang menulis buku tema khusus kaum wanita, termasuk buku ini.

Masalah-masalah khusus ini, ditambah lagi dengan begitu banyak problem kaum muslimah, yang berkaitan dengan agama secara umum maupun sosial dan duniawi, yang harus dijawab secara benar hingga menjadi tuntunan, dan termasuk di dalamnya ekses negatif isu gender yang kini heboh; hendaklah disikapi secara benar sesuai dengan tuntunan islam. paling tidak, hujjah menjadi tegak terhadap banyak kalangan yang hanya mencari pembenaran ketimbang kebenaran.

Buku yang ada di tangan anda ini, adalah himpunan berbagai jawaban terhadap sekian banyak permasalahan kaum wanita, yang difatwakan oleh para ulama dan lembaga yang telah diakui dunia sebagai rujukan kaum muslimin. faktor yang membuat edisi ini unggul adalah karena jawaban-jawaban di dalamnya dilengkapi dengan dalil-dalil al-qur`an dan as-sunnah. hanya ada satu islam; islam al-qur`an dan as-sunnah. tidak ada yang mereka sebut dengan ideologi transnasional. umat islam tidak boleh dikotak-kotak oleh negara, budaya maupun fanatisme jahiliyah apapun. fatwa-fatwa ulama siapa pun dan dari mana pun yang tegak di atas dalil, maka wajib diterima. inilah gambaran buku kita ini.

Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3 - Majmu'ah Minal Ulama




Judul Buku : Fatwa - Fatwa Terkini Jilid 3
Penulis : 
- Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
- Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
- Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
- Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
- Lajnah Da'imah lil Buhuts  al-Ilmiah wal Ifta

Penerbit     : Darul Haq
Tebal Buku : xxxiii+672 hlm
Harga        : Rp 105.000,- Diskon 30% Rp 73.500,-

Satu hal yang selaras dengan akal manusia, bahwa ucapan kelompok manapun dalam suatu masalah tidak akan diterima kecuali bila mereka yang mengucapkannya adalah orang yang menekuni dan menguasai bidang tersebut. adalah aneh bilamana anda melihat banyak di antara kaum muslimin begitu mudah menerima ajaran agama mereka dari siapa saja tanpa proses pengecekan atau penelitian terlebih dahulu.kita sering menyaksikan dan mendengar kelompok-kelompok orang yang berlomba-lomba mengeluarkan fatwa sebelum merujuk kepada ahlinya, menyanggah hukum syari'at, padahal mereka bukan ahlinya serta suka mengevaluasi pendapat ulama padahal mereka ibarat orang yang duduk di deretan paling belakang dalam suatu kafilah. manakala kebanyakan orang telah bermalas-malasan untuk mencari ulama dan bertanya kepada mereka serta adanya orang yang tak dikenal yang terlalu berani mengeluarkan pernyataan dan fatwa, maka terjadilah sebagaimana yang diberitakan oleh rasulullah saw bahwa kelak manusia akan menjadikan orang-orang yang jahil sebagai pemimpin, mereka ditanyai lalu memberikan fatwa tanpa landasan ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.oleh karena itu, amat mendesak sekali kebutuhan akan adanya pendekatan melalui fatwa dan jawaban terhadap masalah yang tengah dialami oleh setiap muslim dan muslimah, sehingga bagi pencari kebenaran terdapat peluang untuk mendapatkannya dan menimba dari sumbernya yang orisinil, apalagi bila sumbernya itu mampu memuaskan kebutuhan dan menuntaskannya.bagi siapa saja yang mengamati buku yang penuh mutiara-mutiara fatwa dan ucapan berharga ini, baik dari sisi telaah, analisa, tata letak bab, susunan dan penyebutan sumber serta takhrij yang dilakukan oleh pengoleksinya, pasti dia akan mengatakan bahwa pekerjaan ini bukanlah hal yang gampang apalagi dianggap kecil artinya. saya bermohon kepada allah swt agar menjadikan buku ini bermanfaat bagi yang telah mengumpulkannya, membacanya dan mengamalkannya serta bermanfaat bagi kaum muslimin seluruhnya.

Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2 - Majmu'ah Minal Ulama





udul Buku : Fatwa - Fatwa Terkini Jilid 3
Penulis : 
- Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
- Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
- Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
- Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
- Lajnah Da'imah lil Buhuts  al-Ilmiah wal Ifta

Penerbit     : Darul Haq
Tebal Buku : xviii + 580 hlm
Harga        : Rp 105.000,- Diskon 30% Rp 73.500,-

Satu hal yang selaras dengan akal manusia, bahwa ucapan kelompok manapun dalam suatu masalah tidak akan diterima kecuali bila mereka yang mengucapkannya adalah orang yang menekuni dan menguasai bidang tersebut. adalah aneh bilamana anda melihat banyak di antara kaum muslimin begitu mudah menerima ajaran agama mereka dari siapa saja tanpa proses pengecekan atau penelitian terlebih dahulu.kita sering menyaksikan dan mendengar kelompok-kelompok orang yang berlomba-lomba mengeluarkan fatwa sebelum merujuk kepada ahlinya, menyanggah hukum syari'at, padahal mereka bukan ahlinya serta suka mengevaluasi pendapat ulama padahal mereka ibarat orang yang duduk di deretan paling belakang dalam suatu kafilah. manakala kebanyakan orang telah bermalas-malasan untuk mencari ulama dan bertanya kepada mereka serta adanya orang yang tak dikenal yang terlalu berani mengeluarkan pernyataan dan fatwa, maka terjadilah sebagaimana yang diberitakan oleh rasulullah saw bahwa kelak manusia akan menjadikan orang-orang yang jahil sebagai pemimpin, mereka ditanyai lalu memberikan fatwa tanpa landasan ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.oleh karena itu, amat mendesak sekali kebutuhan akan adanya pendekatan melalui fatwa dan jawaban terhadap masalah yang tengah dialami oleh setiap muslim dan muslimah, sehingga bagi pencari kebenaran terdapat peluang untuk mendapatkannya dan menimba dari sumbernya yang orisinil, apalagi bila sumbernya itu mampu memuaskan kebutuhan dan menuntaskannya.bagi siapa saja yang mengamati buku yang penuh mutiara-mutiara fatwa dan ucapan berharga ini, baik dari sisi telaah, analisa, tata letak bab, susunan dan penyebutan sumber serta takhrij yang dilakukan oleh pengoleksinya, pasti dia akan mengatakan bahwa pekerjaan ini bukanlah hal yang gampang apalagi dianggap kecil artinya. saya bermohon kepada allah swt agar menjadikan buku ini bermanfaat bagi yang telah mengumpulkannya, membacanya dan mengamalkannya serta bermanfaat bagi kaum muslimin seluruhnya.