Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Sebagian Produk Yang Tersedia di Outlet Kami

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan produk yang anda inginkan...

Tampilkan postingan dengan label Shafa Publika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shafa Publika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

Tenda Salju - Abu Umar Basyier




TENDA SALJU

ABU UMAR BASIR

Penerbit
SHAFA PUBLIKA

HARGA
Rp47,000.00
diskon 30%
Rp 32,900.00

Islam mengatur seluruh urusan hamba-Nya. Tiada agama yang sedemikian rupa mengatur perilaku pemeluknya, dari masalah kenegaraan hingga bagaimana cara berhubungan intim suami dan istri, kecuali Islam.

Berhubungan intim antara suami dan istri dalam Islam merupakan ibadah. Mungkin inilah salah satu ibadah yang paling nikmat bagi sebagian orang. Permasalahan senggama bagi sebagian besar umat Islam selama ini serasa misteri dan tabu untuk dibicarakan, namun tidak bila itu dalam kajian fikih. Islam secara terbuka dan detail memberikan tuntunan dalam melakukan senggama, dalam batas-batas syari’at.

Tenda Salju, karya Ustadz Abu Umar Basyier adalah seri lanjutan dari buku best seller Sutra Ungu yang telah terjual ratusan ribu eksemplar. Buku ini membahas fikih hubungan intim di antara pasangan suami istri sesuai sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Banyak sekali teknik, seni dan pengetahuan tentang senggama yang tidak terbayangkan oleh kita sebelumnya, dikupas di dalam buku ini. Sebagai catatan, buku ini hanya boleh dibaca oleh orang yang sudah menikah atau yang segera akan menikah.

Rabu, 22 Mei 2013

Kemuning Senja di Beranda Mekah




Kemuning Senja di Beranda Mekah 

Penerbit : Shofa Media Publika, 
Penulis : Ust. Abu Umar Basyir, 
Saiz (cm): 14X21, 
Berat (gram): 300
Harga : Rp. 30.000,- diskon 30% Rp 21.000,-

Sinopsis
Untaian kisah nyata anak manusia yang insya Allah mampu menggugah semangat dan ketulusan kita dalam mengabdi kepada Allah. Kisah yang mengajarkan kepada kita potret kehidupan akhirat.
Setiap desah kematian adalah bukti nyata dari keberlangsungan hidup sesudahnya, karena bila tidak demikian, betapa sia-sia hidup ini dibuat dan diciptakan. Sebuah kisah yang mengandung pelbagai hikmah dan ibrah yang wajib kita teladani. Mengabaikannya sama dengan mengabaikan peringatan Allah melalui ayat-ayat-Nya di alam semesta ini.

Sandiwara Langit 2 : Meniti di Atas Kabut (Kisah Nyata Penggugah Iman)






SANDIWARA LANGIT 2 SERI MENITI DIATAS KABUT

Judul : Sandiwara Langit 2 seri Meniti diatas Kabut
Penulis : Abu Umar Basyier
Penerbit : Shafa Publika, Malang
Cetakan : Cetakan ke-empat, maret 2011
Kategori : Novel Non – Fiksi ( Kisah Nyata )
Tebal : 276 Halaman

Sandiwara Langit 2 seri meniti diatas kabut merupakan novel karangan Abu Umar Basyier setelah novel sandiwara langit 1. Novel ini merupakan kisah nyata perjalanan hidup sahabat masa kecil penulis.

Meniti diatas kabut adalah novel dengan tokoh utama bernama Abbas. Abbas dibesarkan di lingkuan yang berkecukupan akan harta benda. Ayahnya adalah seorang pengusaha sukses yang memeliki beberapa toko material, dealer sepeda motor dan pakaian. Abbas tinggal bersama kedua orang tuanya dan ketiga kakak nya yatitu Doni, Harun dan Sari. Abbas dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang minim akan pendidikan agama, bahkan ia tidak pernah melihat kedua orang tuanya melaksanakan ibadah sholat. Ia dididik oleh kedua orang tuanya dengan disiplin keras dan cermat.

Abbas dibesarkan disebuah kampung pinggiran dikota jakarta. Kampung Abbas bertetangga dengan kampung “M”, Kampung M dikenal di wilayah kampung Abbas sebagai sarang bandar narkoba dan pengguna narkoba. Kenakalan kaum remaja dikampung tersebut sangat berpengaruh terhadap pola hidup remaja di kampung Abbas.

Kejadian yang pernah dialami Abbas dimasa kecil nya, itulah yang menjadi tolak balik kehidupan seorang Abas. Pemahaman tentang nilai – nilai materi yang selalu dijunjung tinggi dalam keluarganya sebagai azaz utama kebahagian luntur sudah. Rasa keingin tahuanya yang besar terhadap agamanya mulai menyeruak. Abbas dan ketiga kakaknya mulai bergabung bersama anak – anak kampung untuk belajar mengaji dari seorang ustadz di mushola yang ada di desa Abbas. Meskipun begitu adakalanya gejolak darah muda yang sedang dialami oleh Abbas bergelora, ia juga kadang terlibat dengan aksi – aksi nakal teman – temannya. Dalam pencarian jati diri nya saat itu Abbas membutuhkan sosok yang bisa memberikan petunjuk yang tidak ia dapat dari keluarga ataupun ligkungan sekitarnya.

Perjumpaan nya dengan Ustadz Feri teman dekatnya waktu kecil menjadi kesempatan bagi Abbas untuk lebih mengenal ajaran agamanya. Setelah kedua orang tuanya wafat. Abbas sudah mampu mengajari membaca Al-qur’an anak – anak remaja di kampungnya. Rasa hausnya terhadap ilmu – ilmu agama dipuaskan dengan mengikuti majelis – majelis yang ada di Jakarta.

Abbas ditawari menikah dengan seorang gadis yang sempat mondok lama di pesantren di Jawa Tengah, selain itu gadis tersebuut memakai cadar. Hal ini membuatnya minder, berarti pemahaman agama gadis tersebut lebih baik dari pada Abbas. Abbas tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan segenap kemampuanya ia berani melamar gadis tersebut yang diketahui bernama Azizah. Entah apa yang dijadikan Azizah menerima tawaran menikah dari seorang Abbas yang diketahu mempunyai masa lalu yang tidak bagus.

Setelah menikah dengan azizah Abbas banyak belajar ilmu agama kepada istrinya tersebut. Bersama Azizah Abbas membuat pengajian buat ibu – ibu dan mengajar ngaji kepada para remaja dikampung mereka. Bersama Abbas Azizah mengalami banyak hal mulai dipandang sebelah mata oleh orang disekitarnya dengan penampilan nya, bahkan kedua kakaknya Harun dan sari , hanya kakak nya Doni lah yang baik terhadap Azizah. Selain itu Azizah juga dituduh menjadi penyebab dari meninggalnya Harun. Bersama Azizah pula Abbas tahu bagaimana ia harus bersikap terhadap segala permasalahan dunia. Azizah selain bertindak sebagai istri juga bertindak sebagai guru ngaji bagi Abbas. Tapi kebersamaan itu berlangsung singkat, ALLAH lebih sayang terhadap Azizah. Azizah telah meninggalkan Abbas untuk selama – lamanya. Azizah menghembuskan nafas dengan Al-Qur’an berada di genggamanya. Abbas sangat merasa kehilangan Azizah dan ia sangat merindukan kebersamaan nya dengan Azizah.

Dari novel ini kita dapat mengambil pembelajaran bahwa jangan memandang orang dari apa yang pernah ia lakukan dimasa lalu tapi pandang lah siapa ia pada saat ini. Selain itu novel ini menunjukkan bahwa sebaik – baik perhiasan dunia adalah seorang istri yang sholehah dan novel ini mengajarkan kepada kita bahwa dengan memegang ilmu agama dan mengamalkanya maka kebahagian dunia dan akhirat sudah berada dalam genggaman. Selain itu juga mengajarkan bahwa kita harus memikirkan apa yang harus kita lakukan bukan apa yang harus kita nantikan dan bagaimana kita harus bersikap saat menghadapi segala masalah dunia, bagaimana kita harus bersikap terhadap lingkungan sekitar, keluarga dsb digambarkan dengan jelas dalan novel ini. Novel ini wajib dibaca oleh seluruh penduduk indonesia karena bisa menambah keimanan dan ketaqwaan seseorang.

Bila Sampai Waktuku - Abu Umar Basyir




BILA SAMPAI WAKTUKU
ABU UMAR BASYIR

Penerbit
SHAFA PUBLIKA

HARGA
Rp43,000.00
diskon 30%
Rp 30,100.00

Labbaikallaahumma labbaik….labbaika laa syarika laka labbaik…innal hamda ni’mata laka wal mulka laa syariika laka………………………….. “Aku hanya merindukan Baitullah, bukan yang lain. Aku bahagia karena takdir menjemputku ke sana. Air mata yang mengalir deras ini sungguh tak ternilai harganya. Air mata yang sanggup menghapus sisa-sisa kepedihan masa lalu. Air mata yang membangkitkan gairahku untuk lebih mendalami Islam, lebih mendekatkan diri pada Ilahi, lebih banyak berbuat baik kepada sesama, lebih gemar belajar dan mengajarkan ilmu-ilmu Allah!” ungkap Heri di depan Ka’bah dengan suara lirih di sela linang air yang sulit dia bendung dari matanya. Momen itu seolah telah menyampaikannya ke mata air yang melimpahinya kesejukan ke dalam jiwanya yang selama ini telah melanglang buana di perjalanan hidup yang dipenuhi lika-liku. Ditumpahkannya perasaan di hadapan Rabbnya di RumahNya yang Suci. Perjalanan yang kemudian mengantarnya kepada pemahaman hakikat hidupnya sebagai hamba Rabbnya. Ustadz Abu Umar Basyier merangkai perjalanan Heri dalam tuturan kisah nyata yang sarat pelajaran dan hikmah dalam Bila Sampai Waktuku. Anda akan diajak mengembara dalam kisah yang penuh warna. Namun yang lebih penting dari itu, perjalanan hidup adalah cermin bagi semua untuk mengaca tentang kehidupan diri kita sendiri. Nah, karena itulah anda perlu membaca karya ini.